Bisnis Energi Terbarukan PT Dharma Satya Nusantara Tbk Meningkat, Penjualan Cangkang Sawit Naik 135%

PT Dharma Satya Nusantara Tbk melaporkan kenaikan penjualan cangkang sawit sebesar 135% pada 2024.

BERITA

Arsad Ddin

3 Maret 2025
Bagikan :

Ilustasi Cangkang Kelapa Sawit (Foto: gapki.id)

Jakarta, HAISAWIT - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan peningkatan bisnis energi terbarukan pada tahun 2024. Salah satu faktor utama adalah lonjakan penjualan cangkang sawit yang meningkat hingga 135% secara tahunan.

Bisnis energi terbarukan DSNG semakin berkembang seiring dengan permintaan cangkang sawit sebagai bahan bakar biomassa. Tren penggunaan energi ramah lingkungan turut mendukung pertumbuhan segmen ini.

Dikutip laman DSNG, Senin (03/03/2025), volume penjualan cangkang sawit perusahaan mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, harga rata-rata penjualan juga meningkat sebesar 8% secara year-on-year (YoY).

Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Andrianto Oetomo, menyatakan bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan bagi industri kelapa sawit pada tahun lalu.

“Tahun 2024 merupakan tahun yang menantang bagi Perseroan. Fenomena El Nino yang terjadi sejak Juni 2023 hingga April 2024 yang lalu memengaruhi produktivitas perkebunan kelapa sawit pada tahun 2024,” ujar Andrianto.

Fenomena cuaca tersebut berdampak pada produksi minyak sawit mentah (CPO). Pasokan yang lebih rendah turut berpengaruh terhadap harga jual di pasar.

Andrianto menambahkan bahwa situasi ini berdampak pada kenaikan harga jual rata-rata CPO.

“Namun, kondisi ini justru mendorong kenaikan ASP karena pasokan CPO yang berkurang,” kata Andrianto.

Di tengah kondisi tersebut, DSNG tetap mencatatkan pertumbuhan pada segmen energi terbarukan. Penjualan cangkang sawit menjadi salah satu kontributor utama pendapatan tambahan perusahaan.

Selain itu, DSNG juga mencatat peningkatan total aset sebesar 7,6% YoY menjadi Rp17,4 triliun. Kenaikan ini didukung oleh investasi strategis di sektor energi terbarukan serta optimalisasi bisnis sawit.

Liabilitas DSNG mengalami kenaikan 3,1% menjadi Rp7,5 triliun, sementara ekuitas meningkat 11,3% YoY menjadi Rp9,8 triliun. Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan meski menghadapi tantangan produksi akibat kondisi cuaca.***

Bagikan :

Artikel Lainnya