Indonesia dorong swasembada sawit berkelanjutan untuk ketahanan ekonomi dan lingkungan
Arsad Ddin
9 November 2024Indonesia dorong swasembada sawit berkelanjutan untuk ketahanan ekonomi dan lingkungan
Arsad Ddin
9 November 2024Jakarta, HAISAWIT – Pemerintah Indonesia terus memperkuat strategi dalam pengembangan industri kelapa sawit guna mencapai swasembada pangan dan energi yang berkelanjutan. Kebijakan ini mencakup upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan dan energi serta memastikan keberlanjutan sektor kelapa sawit sebagai salah satu komponen utama perekonomian nasional.
Dilihat dalam portal resmi Informasi Indonesia, Kamis (07/11/2024), disebutkan bahwa kebijakan pangan dan energi Indonesia semakin difokuskan pada peningkatan produksi dalam negeri, baik di sektor pangan seperti beras dan kedelai, maupun di sektor energi dengan komoditas seperti minyak sawit.
Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung ketahanan ekonomi nasional dan memberikan kontribusi positif terhadap upaya pelestarian lingkungan.
“Kebijakan pangan dan energi Indonesia berfokus pada peningkatan swasembada, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memastikan keberlanjutan untuk mendukung ketahanan ekonomi dan tujuan lingkungan hidup,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara virtual dalam acara The 20th Indonesian Palm Oil Conference And 2025 Price Outlook (IPOC), Kamis (07/11/2024), seperti dilihat dalam portal resmi Informasi Indonesia, Kamis (07/11/2024).
Selain berfokus pada kebijakan swasembada, pemerintah juga menargetkan peningkatan efisiensi di sektor energi melalui program biodiesel berbasis minyak sawit. Program ini akan ditingkatkan menjadi B40 pada tahun 2025 untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Program tersebut diharapkan bisa mempercepat pengurangan emisi dan mendukung transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Menko Airlangga juga optimistis terhadap masa depan industri sawit nasional, terutama dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi.
“Kami yakin bahwa Indonesia mempunyai potensi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas minyak sawit secara signifikan di tahun-tahun mendatang,” pungkas Menko Airlangga.
Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia juga aktif dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan melalui sertifikasi minyak sawit seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga untuk memenuhi standar internasional yang seringkali menjadi tantangan bagi pasar ekspor kelapa sawit.
Meskipun menghadapi tantangan eksternal seperti regulasi European Union on Deforestation-free Regulation (EUDR), pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperbaiki citra industri sawitnya.
Dengan adanya berbagai kebijakan ini, pemerintah berharap industri kelapa sawit Indonesia semakin kompetitif di pasar global, tetap berkelanjutan, dan mampu menopang perekonomian nasional secara signifikan.***