Menuju TPOMI 2024: Praktisi Bahas Kemajuan Teknologi dalam Industri Kelapa Sawit

-

BERITA

April

1 Juni 2024
Bagikan :

Jakarta - Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) bersama Media Perkebunan mengadakan Diskusi & Konferensi Pers sebagai persiapan menjelang acara konferensi "Updating Technology Palm Oil Mill Indonesia". Acara ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 1 Juni 2024, di Hotel Harper, Jakarta. Diskusi ini bertujuan untuk membahas agenda acara "2nd TPOMI Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia 2024" yang akan diadakan di Bandung pada 18-19 Juli 2024.

Tim P3PI, yang diwakili oleh Pak Posma Sinurat, menyampaikan bahwa acara ini sangat penting karena akan menjadi ajang pembahasan teknologi terbaru di industri kelapa sawit serta menjadi etalase teknologi terkini. Beberapa materi utama yang akan disampaikan di acara di Bandung nanti akan dibahas secara mendalam dalam diskusi ini. Salah satunya adalah “Integrasi IoT dan AI di mesin Grading,” yang menurut Pak Saiful, dapat meningkatkan rendemen sebesar 1 persen. Selain itu, Pak Bonar akan membahas tentang cara mengatasi kehilangan minyak (oil loss) dan Pak Ikchsan akan mengulas berbagai teknologi baru, khususnya yang terkait dengan oil loss dan rendemen di pabrik kelapa sawit. "Pembahasan mulai dari produksi minyak dan limbah akan kita diolah dengan teknologi untuk penghasilan CPO yang optimal, untuk bisa menghasilkan keuntungan yang besar melalui sistem yang terfokus pada industri kelapa sawit," lanjut Pak Bonar.

“TPOMI akan diadakan setiap dua tahun dengan tujuan tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga inovasi-inovasi terbaru dalam industri kelapa sawit. Mulai dari sistem grading hingga pengelolaan limbah, semua akan dibahas berdasarkan teknologi terbaru,” tambah Pak Posma. Salah satu fokus utama adalah bagaimana teknologi dapat mengelola limbah kelapa sawit tanpa perlu lagi menggunakan kolam limbah tradisional.

Dalam kegiatan Updating TPOMI 2024, hadir Direktur Pengembangan Bisnis Asia PT Biomicrogel Group dari Rusia, Igor Temirov, yang membahas tentang pengembangan teknologi untuk membersihkan air dan permukaan keras dari semua jenis minyak, produk petroleum, dan polusi terintegrasi. Igor Temirov menjelaskan, untuk efektivitas pabrik kelapa sawit, perusahaannya telah mengembangkan produk BMG-C4 yang bisa meningkatkan efisiensi produksi minyak nabati dalam tahapan siklus produksi. Ia memaparkan teknologi BMG-C4 memungkinkan untuk mengurangi tingkat kehilangan hingga 0,9% dan memberikan pemurnian air yang lebih tinggi dengan peningkatan kondisi lingkungan secara bersamaan.

Dalam Diskusi dan Konferensi Pers jelang TPOMI 2024, P3PI juga mendapatkan apresiasi dari akademisi Institut Teknologi Bandung, Dr. Tatang Hernas. “Saya sangat mendukung acara TPOMI 2024 ini, jangan sampai kita sebagai penghasil minyak nabati terbesar tetapi teknologinya tidak unggul,” pungkas Dr. Tatang. “Ajang TPOMI 2024 ini sekaligus memperkenalkan terobosan baru untuk membangun biomassa kita, untuk kemajuan mengolah minyak lemak sebagai produk olahan pangan, biomassa, atau biodiesel. Ini semata-mata untuk membangun perekonomian kita,” sambungnya.

Harapannya, kegiatan ini akan memberikan gambaran jelas tentang konsep TPOMI di Bandung nantinya. Dengan demikian, para peserta dan pemangku kepentingan di industri kelapa sawit dapat memahami dan mengadopsi teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.

Adapun kegiatan updating TPOMI 2024 hingga TPOMI 2024 pada Juli mendatang merupakan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Bagikan :

Artikel Lainnya