Mentan Amran Canangkan Hilirisasi Kelapa Sawit di Papua Barat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan Papua Barat sebagai model pengembangan hilirisasi kelapa sawit

BERITA

April

10 Juni 2024
Bagikan :

Manokwari, HAISAWIT - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan Kabupaten Manokwari di Provinsi Papua Barat sebagai model pengembangan hilirisasi kelapa sawit di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor. Dengan lahan yang sangat luas, Papua menjadi daerah strategis untuk pengembangan ini.

Hal ini disampaikan Mentan saat meninjau rencana pabrik kelapa sawit di Kampung Wasegi Indah, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, pada Jumat (31/5/2024).

"Kalau mau hilirisasi harusnya lahan yang disiapkan 100 sampai 200 ribu hektare. Dan kalau itu yang disiapkan maka kita bisa sampai mengolah minyak goreng. Nah, seperti itulah kita berpikir harus menuju ke sana supaya tidak bergantung pada impor," ujar Mentan seperti dilihat dalam laman Kementerian Pertanian, Senin (10/6/2024).

Mentan menegaskan, dengan hilirisasi, Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada harga sawit dunia karena nantinya bisa melakukan produksi hingga hilirisasi di dalam negeri. Produk olahan kelapa sawit yang dihasilkan dapat dipasarkan melalui berbagai market domestik, mengurangi ketergantungan pada pasar global.

"Sehingga bagi kita kalau minyak sawit dunia turun tentu tidak akan ada masalah karena kita bisa jadikan produk olahan ini dipasarkan di dalam negeri," katanya.

Dalam upayanya, Mentan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan petani untuk menjaga keberlanjutan produksi perkebunan sawit. Perawatan yang konsisten dan program replanting (peremajaan) adalah kunci keberhasilan. Saat ini, bantuan replanting telah diberikan untuk 2.300 hektare lahan, dengan potensi penambahan jika masih diperlukan, di bawah kendali Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

"Dan kami sudah beri bantuan replanting untuk 2.300 hektare. Kalau masih ada kita tambah dan itu kendali PSR ada di tangan kita," jelasnya.

Berbagai upaya pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan wilayah Papua Barat sebagai daerah mandiri pangan, baik dari sisi perkebunan kelapa sawit maupun produksi pangan lainnya. Mentan optimis bahwa Papua Barat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berpotensi mensuplai provinsi-provinsi tetangga seperti Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Induk.

"Yang terpenting adalah bagaimana Papua Barat ini betul-betul mandiri pangan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Bahkan kalau bisa mensuplai ke provinsi tetangga di Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Induk," tutupnya.

Dengan demikian, langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dan kemandirian pangan di wilayah Papua dan sekitarnya, menjadikan Indonesia lebih tangguh dan tidak tergantung pada pasar luar negeri.***

Bagikan :

Artikel Lainnya