-
April
24 September 2023-
April
24 September 2023
Medan - Indonesian Planters Society (IPS) menggelar Talk show Planters yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus DPW IPS Sumut, dengan tujuan untuk mengedukasi dan mentransfer ilmu-ilmu praktis lapangan kepada peserta, Sabtu (23/9/2023).
Para peserta acara Talk show ini terdiri dari para petani kelapa sawit mandiri, serta yang tergabung dalam KUD; dan para karyawan di beberapa perusahaan besar kelapa sawit, akademisi dan yang mewakili Pemerintah Daerah. Talkshow Planters Provinsi Sumatera Utara kali ini mengangkat tema “Kemitraan Planters Profesional dengan Pekebun Rakyat untuk Meningkatkan Produktifitas Sawit yang Lestari dalam Rangka Mendukung Sawit Baik”.
“Pada Talk show Planters seri 2 ini ada topik yang menarik yang kita angkat, selain kultur teknis, sapras, dan oil palm processing. Yaitu tentang bagaimana harga TBS Provinsi terbentuk dan tentunya akan sangat signifikan berkaitan dengan pergerakan ekonomi global dunia. Kita tahu bahwa bahwa luas perkebunan sawit Indonesia mencapai 15 juta hektar pada tahun 2022. Dengan produksi total 45,58 juta ton, dimana 26,22 juta ton di ekspor (45 %) dan menjadi produsen CPO No. 1 dunia,” kata Ketua Umum Indonesian Planters Society (IPS), Jamalul, dalam keterangan resminya
Narasumber Talkshow merupakan praktisi langsung di perkebunan kelapa sawit dan dari perusahaan-perusahaan penyedia sapras yang terafiliasi dan sudah berpengalaman puluhan tahun dalam bidangnya yang bekerja di beberapa perusahaan besar kelapa sawit dalam mengelola perkebunan baik dari mulai membuka hutan sampai dengan pengolahan TBS di PKS, kemudian narasumber dari Dinas Perkebunan, PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang menangani pemasaran CPO dan komoditi lainnya.
Jamalul menjelaskan, ada 3 sesi yang dibahas pada acara Talkshow ini yang semuanya penting dan menarik di dunia kebun kelapa sawit. Ada pun ke 3 sesi itu adalah peran sarana dan prasarana pendukung untuk meningkatkan produksi kelapa sawit, pemilihan bibit unggul untuk mencapai target produksi pekebun rakyat yang lestari, dan sesi penetapan harga TBS Provinsi untuk mendorong pencapaian target produksi pekebun rakyat.
“Acara ini sejalan dengan dukungan penuh program pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang mempunyai visi sebagai badan pengelola dana kelapa sawit berkelanjutan yang terpercaya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya pekebun kelapa sawit. Dan dengan misi salah satunya pengembangan sumber daya manusia serta mencerdaskan para praktisi pekebun kelapa sawit,” beber Jamalul.
Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, Sunari menyampaikan, bahwa BPDPKS bertugas untuk melaksanakan pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan komite pengarah dengan memperhatikan program pemerintah. Adapun komite pengarah dimaksud terdiri dari 8 (delapan) Kementerian, yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Ketua), Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
“Program pengembangan kelapa sawit berkelanjutan memiliki beberapa tujuan, yakni mendorong penelitian dan pengembangan, promosi usaha, meningkatkan sarana pra sarana pengembangan industri, pengembangan bio diesel, replanting, peningkatan jumlah mitra usaha dan jumlah penyaluran dalam bentuk ekspor, serta edukasi sumber daya masyarakat mengenai perkebunan kelapa sawit,” terang Sunari.
Indonesian Planters Society (IPS) adalah wadah tempat komunitas para professional ”pekebun” baik pekebun sebagai karyawan dan pekebun mandiri untuk saling berinteraksi dalam arti secara luas. IPS melingkupi profesional beberapa komoditi seperti kelapa sawit, karet, teh, coklat, kopi, tebu, tanamam obat dan aromatik lainnya, akademisi, peneliti, dan komunitas yang terafiliasi dengan kegiatan planters. IPS didirikan di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2018 dengan badan hukum SK Menkumham tahun 2020.
Pada saat ini anggota IPS sudah mencapai sekitar 1000-an orang yang resmi terdaftar, yang terdiri dari mulai asisten sampai dengan CEO/Direktur Utama dan pemilik dari kebun-kebun mandiri dan ratusan orang sebagai anggota muda IPS. Dengan 5 DPW yaitu Kalteng, Luar Negeri, Sumatera Selatan, Riau, dan DPW IPS Sumut yang baru saja dikukuhkan.
Acara Talk show Planters seri 2 ini terselenggara berkat dukungan para sponsor dan nara sumber seperti BPDPKS sebagai sponsor utama dan pendukung dana kegiatan, PT. Nufarm, PT. Socfindo, my SAP 365, Bank CIMB Niaga dan CIMB Niaga Syariah, PT. Anam Koto, PT. Agrotama Tunas Sarana, PT. Panorama Ladang Usindo, PT. Sujin Ray Indonesia, PT. Multi Niaga Nusantara Indonesia. Serta di dukung juga media partner antara lain Infosawit, Sawit Indonesia, Hai Sawit Indonesia.