Karier Lulusan AKPY STIPER sebagai Asisten Surveyor di Industri Perkebunan Kelapa Sawit

Fajar Natalis Dirantau, seorang lulusan Diploma 1 dari program Beasiswa SDM Sawit, berhasil meniti karir sebagai Asisten Geospatial Information System (GIS) atau Surveyor Pemetaan di salah satu perusahaan perkebunan ternama di Indonesia.

BERITA

HLS Redaksi

20 Mei 2024
Bagikan :

Jakarta - Fajar Natalis Dirantau, seorang lulusan Diploma 1 dari program Beasiswa SDM Sawit, berhasil meniti karir sebagai Asisten Geospatial Information System (GIS) atau Surveyor Pemetaan di salah satu perusahaan perkebunan ternama di Indonesia. Posisi ini, yang biasanya diisi oleh lulusan Sarjana (S1), membuktikan kemampuan dan ketekunan Fajar dalam mengejar cita-citanya di bidang pemetaan.

Fajar, anak seorang petani sawit dari Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, memulai perjalanannya melalui pendidikan vokasi satu tahun di program studi Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit AKPY STIPER. Dengan keahlian di bidang pemetaan, ia berhasil mendaki tangga karir hingga menjadi Asisten GIS di First Resource, sebuah perusahaan perkebunan sawit ternama.

Sistem Informasi Geografis (GIS) kini memainkan peran penting dalam pengelolaan perkebunan, mulai dari pemetaan lahan hingga monitoring perkembangan tanaman. Fajar adalah contoh nyata bagaimana mempelajari bidang yang kurang diminati namun memiliki peluang besar dapat membawa kesuksesan. "Kami masuk jurusan di SMK yang kurang diminati, yaitu jurusan Survei Pemetaan, karena yang banyak diminati adalah jurusan otomotif. Namun, setelah saya pelajari, bidang pemetaan cukup menarik dan membekali saya untuk bekerja di perusahaan," ujarnya melalui sambungan telepon pada Sabtu (18 Mei 2024).

Setelah lulus SMK pada tahun 2018, Fajar mencoba melanjutkan pendidikan ke Universitas Tanjung Pura namun tidak diterima. Ia kemudian bekerja sebagai tenaga kontrak di Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk projek pemetaan jalan. Dalam periode tersebut, Fajar mengetahui tentang Beasiswa SDM Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di AKPY STIPER.

Selama perkuliahan, Fajar dikenal aktif dalam berbagai kegiatan dan sering berdiskusi dengan dosennya, Bu Olivia, yang mendorongnya untuk terus mendalami bidang pemetaan. Berkat arahannya, Fajar semakin semangat mempelajari pemetaan dan mempersiapkan diri untuk karir di perusahaan perkebunan sawit.

Fajar berhasil membuktikan bahwa dengan bekal ilmu dari program Beasiswa SDM Sawit dan keahliannya di bidang pemetaan, ia mampu menduduki posisi penting sebagai Asisten GIS di First Resource. Ia kini sering memotivasi adik-adik di sekolahnya agar semangat mempelajari bidang pemetaan karena peluangnya yang besar.

Sebelum bekerja di First Resource, Fajar menjalani program magang di perusahaan tersebut. Pada tahun 2021, ia diterima sebagai Mandor GIS dan dua tahun kemudian diangkat menjadi Asisten GIS. Bu Olivia Elfatma, dosennya di AKPY STIPER, menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian Fajar yang mampu memanfaatkan keahlian pemetaan untuk meraih posisi penting di industri perkebunan sawit.

"Saya bangga dengan Fajar Natalis Dirantau, sudah berada di posisi Asisten GIS di perusahaan perkebunan sawit," ucap Bu Olivia. Ia menambahkan bahwa mata kuliah Pemetaan menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani karir di industri perkebunan.

Dengan semangat dan dedikasinya, Fajar telah membuktikan bahwa pendidikan vokasi dan beasiswa dapat membuka jalan menuju karir yang sukses dan bermakna.

Sumber : sawitindonesia.com

Bagikan :

Artikel Lainnya