Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Pertanian RI telah menjalin kerjasama untuk melakukan pemutakhiran luas tutupan kelapa sawit.
Novi
2 April 2024Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Pertanian RI telah menjalin kerjasama untuk melakukan pemutakhiran luas tutupan kelapa sawit.
Novi
2 April 2024Jakarta - Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Pertanian RI telah menjalin kerjasama untuk melakukan pemutakhiran luas tutupan kelapa sawit. Langkah ini dilandaskan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024.
Menurut laporan BIG, luas tutupan kelapa sawit mencapai 17,3 juta hektar, menunjukkan peningkatan dari data resmi Kementerian Pertanian RI. Sesuai dengan Kepmen Nomor 833/2019 tentang Penetapan Luas Tutupan Kelapa Sawit Indonesia, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,38 juta hektar. Muh Aris Marfai, Kepala BIG, menjelaskan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Inpres No. 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024 bahwa pemutakhiran peta tutupan kelapa sawit telah dilakukan pada tahun 2023 dengan luas mencapai 17,3 juta hektar. Namun, data ini belum terintegrasi dalam Kebijakan Satu Peta (KSP).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun, menyelesaikan status dan legalisasi lahan, memanfaatkan kelapa sawit sebagai energi baru terbarukan, dan meningkatkan diplomasi untuk mencapai perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. BIG, yang lahir untuk menggantikan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), telah melakukan penataan kembali organisasi dan tata kerja melalui Peraturan Presiden Nomor 128 Tahun 2022 tentang Badan Informasi Geospasial pada tanggal 1 November 2022.
Sumber : sawitindonesia.com