Perempuan Pejuang Sawit Berkelanjutan, Menjaga Kelestarian dan Meningkatkan Ekonomi Warga

Di Tanjung Jabung Barat, kelompok perempuan petani sawit swadaya mengelola pembibitan tanaman dan mengembangkan usaha berbasis limbah sawit. Upaya ini menjadi bagian dari praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan.

BERITA

Arsad Ddin

19 Maret 2025
Bagikan :

(Foto: ceritabaik.fortasbi.org)

Tanjung Jabung Barat, HAISAWIT - Kelompok perempuan petani sawit swadaya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menunjukkan peran aktif dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Mereka bergabung dalam berbagai inisiatif yang berfokus pada praktik pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan hasil perkebunan secara lebih luas.

Dilansir laman FORTASBI, Rabu (19/03/2025), sebanyak 70 perempuan di daerah ini telah membentuk kelompok yang bergerak dalam penyediaan bibit tanaman. Jenis tanaman yang mereka kelola mencakup petai, kopi, kemiri, dan durian. Bibit tersebut ditanam di sekitar perkebunan sawit dan lahan kritis sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem setempat.

Di Desa Sungai Penoban, Kecamatan Batang Asam, kelompok ini tergabung dalam tiga komunitas, yaitu Nurul Huda Lestari, Mahau Berseri, dan Al Ikhlas Berkah. Mereka menjalankan kegiatan pembibitan dengan sumber daya yang terbatas namun tetap berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan.

Selain di Jambi, upaya serupa juga dilakukan di Kalimantan Timur. Di Koperasi Perkebunan Sawit Marga Indah, seorang perempuan bernama Uum aktif dalam sekolah lapang sawit berkelanjutan. Ia membagikan ilmu yang diperolehnya kepada anggota kelompoknya, membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, seorang perempuan bernama Nurhayati memanfaatkan limbah sawit untuk meningkatkan perekonomian warga. Melalui kelompok UD Lestari, ia mengembangkan usaha pembuatan lidi dari limbah pelepah sawit, yang memiliki nilai jual tinggi.

Di Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, seorang pendamping desa sekaligus petani sawit swadaya bernama Susi Wahyuni memperkenalkan teknik eco printing. Metode ini menggunakan bahan alami untuk menciptakan motif pada kain, sehingga menghasilkan produk bernilai ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Selama tiga tahun terakhir, Susi telah melatih lebih dari 50 perempuan petani sawit dan anak-anak sekolah dalam teknik pewarnaan alami ini. Keterampilan yang diperkenalkan tidak hanya memberikan penghasilan tambahan tetapi juga meningkatkan kreativitas masyarakat setempat dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar perkebunan sawit.

Langkah-langkah yang diambil oleh perempuan-perempuan ini mencerminkan peran strategis mereka dalam mengelola perkebunan sawit secara berkelanjutan. Mereka tidak hanya bertani, tetapi juga menemukan cara untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui inovasi dan kreativitas.

Kisah mereka menjadi contoh bagaimana petani sawit swadaya, khususnya perempuan, dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem yang lebih seimbang. Dengan keterampilan dan inisiatif yang dimiliki, mereka membuktikan bahwa keberlanjutan dan kesejahteraan ekonomi dapat berjalan berdampingan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya