Program replanting sawit kini menjangkau 156.000 petani dengan bantuan meningkat menjadi Rp60 juta per hektar.
Arsad Ddin
28 November 2024Program replanting sawit kini menjangkau 156.000 petani dengan bantuan meningkat menjadi Rp60 juta per hektar.
Arsad Ddin
28 November 2024Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman ketika menjadi pembicara di acara 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2024) yang di Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2024).
Bali, HAISAWIT – Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman, menyatakan bahwa program replanting kelapa sawit telah memberikan dampak signifikan bagi produktivitas petani. Program Iini telah menjangkau 156.000 petani dan mencakup 350.000 hektar lahan, seperti dilihat pada laman resmi BPDPKS, Rabu (28/11/2024).
Pemerintah meningkatkan dana bantuan replanting dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektar. Langkah ini bertujuan agar petani lebih mudah mengikuti program dan mencapai tahap tanaman menghasilkan.
“Bantuan itu kami tingkatkan dengan harapan bisa mendorong para petani ikut serta program replanting. Kalau dulu bantuan Rp30 juta per ha membuat mereka harus mencari pendanaan lain hingga tanaman menghasilkan, maka dengan Rp60 juta per ha ini bisa sampai tanaman menghasilkan,” ujar Eddy Abdurrachman dalam acara 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook di Bali, Kamis (7/11/2024).
Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa potensi lahan yang dapat di-replanting mencapai 2 juta hektar di seluruh Indonesia.
Dengan target jangka panjang, pemerintah berharap produksi minyak sawit mentah (CPO) dari petani dapat meningkat hingga 8 juta ton per tahun.
“Pada 2045, dengan program replanting produksi CPO Indonesia berpotensi tembus 83,4 juta ton. Tapi bila program ini tidak berjalan, produksi CPO nasional berisiko menurun dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.
Program replanting menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Dukungan dana yang lebih besar diharapkan mampu mempercepat proses replanting pada lahan-lahan yang sudah tua atau tidak produktif.
BPDPKS terus mendorong partisipasi petani dalam program ini untuk memastikan pertumbuhan sektor sawit nasional yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di pasar global.***