Sebanyak 4.000 orang ditargetkan menerima beasiswa sawit BPDP pada 2025. Program ini menyediakan biaya pendidikan penuh serta fasilitas pendukung lainnya bagi penerima.
Arsad Ddin
19 Maret 2025Sebanyak 4.000 orang ditargetkan menerima beasiswa sawit BPDP pada 2025. Program ini menyediakan biaya pendidikan penuh serta fasilitas pendukung lainnya bagi penerima.
Arsad Ddin
19 Maret 2025Ilustrasi program beasiswa sawit. Dokumentasi BPDP.
Jakarta, HAISAWIT - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menargetkan peningkatan jumlah penerima beasiswa sawit pada tahun 2025. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (17/02/2025), BPDP menyampaikan bahwa penerima beasiswa akan naik dari 3.000 orang pada 2024 menjadi 4.000 orang di tahun ini.
BPDP mencatat bahwa program beasiswa ini telah berlangsung sejak 2016. Hingga saat ini, sebanyak 9.265 orang telah menerima beasiswa, dengan 3.400 di antaranya telah menyelesaikan pendidikan. Program ini juga mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari D1 hingga S1, yang tersebar di 24 lembaga pendidikan di berbagai provinsi.
Penerima beasiswa berasal dari berbagai latar belakang. Lima jalur pendaftaran yang tersedia meliputi anak pekebun, pekerja di industri sawit, keluarga pekerja sawit, anggota koperasi sawit, serta aparatur sipil negara yang berkaitan dengan sektor perkebunan.
BPDP menyatakan bahwa fasilitas beasiswa yang diberikan cukup lengkap. Biaya pendidikan ditanggung penuh, termasuk uang saku, uang buku, transportasi, serta magang di perusahaan perkebunan besar. Selain itu, penerima beasiswa juga mendapatkan sertifikat kompetensi setelah menyelesaikan studi.
Untuk tahun 2025, BPDP masih dalam proses seleksi lembaga pendidikan baru. Saat ini, terdapat 24 lembaga pendidikan yang telah menjadi mitra penyelenggara beasiswa. Kemungkinan jumlah ini bertambah setelah proses seleksi selesai dilakukan.
Program beasiswa ini merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia di sektor kelapa sawit. Selain beasiswa, BPDP juga menargetkan 15.000 peserta pelatihan kelapa sawit dan 5.000 peserta pelatihan perkebunan lainnya pada tahun ini.
Pada tahun 2024, BPDP mengalokasikan Rp314,355 miliar untuk pengembangan SDM. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program pendidikan dan pelatihan yang mendukung industri kelapa sawit di Indonesia.
BPDP juga mendanai penelitian dan pengembangan sektor kelapa sawit. Pada tahun 2024, realisasi penelitian mencapai 165 riset dengan anggaran Rp114,970 miliar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi serta mendukung keberlanjutan industri.
Sejak program ini berjalan, ribuan penerima beasiswa telah mendapatkan manfaat untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi di sektor perkebunan. Dengan target yang lebih besar di tahun ini, program ini menjadi salah satu upaya dalam memperkuat tenaga kerja di industri kelapa sawit.***