Ekspor Sawit Indonesia Sumbang USD14,43 Miliar pada 2024

Ekspor sawit Indonesia mencatat devisa sebesar USD14,43 miliar hingga September 2024, menjadi pendorong utama ekspor nonmigas dan pertumbuhan ekonomi nasional

BERITA

Arsad Ddin

23 November 2024
Bagikan :


Jakarta, HAISAWIT – Industri kelapa sawit terus membuktikan perannya sebagai kontributor utama perekonomian Indonesia. Hingga September 2024, ekspor minyak sawit Indonesia tercatat menyumbang devisa sebesar USD14,43 miliar, menjadikannya salah satu sektor andalan ekspor nonmigas nasional.

Dilihat dalam laman resmi Kemenkeu, Kamis (21/11/2024), Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurachman, menegaskan bahwa kelapa sawit tidak hanya mendukung ekspor tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai pemain global, perkebunan kelapa sawit Indonesia menghasilkan devisa yang cukup signifikan bagi perekonomian negara. Selain sebagai komoditas ekspor yang menjanjikan, industri kelapa kelapa sawit juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia,” ungkap Eddy dalam Sosialisasi Implementasi Ketentuan Terkait Ekspor dan Pungutan Ekspor atas Komoditas Kelapa Sawit, CPO, dan Produk Turunannya di Surabaya, Kamis (21/11).

Menurut data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2024 mencapai 4,95%. Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa sawit, tumbuh sebesar 1,69%, menunjukkan dampak positif dari industri ini terhadap perekonomian nasional.

“Data-data tersebut di atas mengukuhkan peran strategis dari industri kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia,” ungkap Eddy. 

Ia juga menambahkan bahwa ekspor minyak dan lemak nabati, termasuk sawit, memberikan kontribusi besar dalam mendukung total ekspor nonmigas Indonesia.

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memastikan pengembangan sektor sawit yang berkelanjutan. 

“Pemerintah berkepentingan untuk menjamin perkebunan kelapa sawit Indonesia dikembangkan secara berkelanjutan sustainable. Peran tersebut dijalankan pemerintah melalui serangkaian program strategis nasional,” jelas Eddy.

Program-program tersebut meliputi peremajaan perkebunan sawit rakyat, pengembangan bibit bersertifikat, insentif biodiesel, hingga pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia di sektor perkebunan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat daya saing global dan menciptakan citra positif produk sawit Indonesia di pasar internasional.

Dengan kontribusinya yang terus meningkat, industri kelapa sawit diyakini akan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global di tahun-tahun mendatang.***

Bagikan :

Artikel Lainnya