Mahasiswa Umsida Juara 2 Nasional LKTI dengan Inovasi Briket Cangkang Kelapa Sawit

Tim mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) meraih juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional dengan inovasi briket dari cangkang kelapa sawit

BERITA

HLS Redaksi

3 Agustus 2024
Bagikan :

Sidoarjo, HAISAWIT - Mahasiswa program studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) baru-baru ini meraih juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Mesin Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Umsu). Tim Umsida mempersembahkan karya berjudul “Pemanfaatan Energi Biomassa Limbah Cangkang Kelapa Sawit Menjadi Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif.”

Dilihat laman resmi Umsida, Selasa (30/7/2024), Krisna Dwi Oktavian selaku ketua tim, dalam presentasinya menjelaskan alasan di balik pemilihan topik tersebut.

“Kan di Indonesia banyak ditemui perkebunan kelapa sawit, dan juga banyak industri di bidang sawit juga. Nah mereka membiarkan cangkangnya hingga menggunung tanpa dimanfaatkan dengan baik. Makanya kami berinisiatif untuk membuat briket arang dari cangkang kelapa sawit,” ujar Krisna.

Krisna juga menjelaskan proses pembuatan briket dari cangkang kelapa sawit. Pertama, cangkang dikeringkan, lalu dibakar menjadi arang dan dihaluskan menjadi serbuk. Serbuk arang tersebut kemudian dicampurkan dengan bahan perekat dari tepung tapioka, dicetak menjadi briket, dan di-oven.

“Step paling sulit dalam pengolahan cangkang ini adalah saat pembakaran. Karena kita belum membuat drum pembakarannya, jadi kita hanya menggunakan drum kecil untuk menyiapkan produk ini,” katanya.

M Feri Setiawan, presenter tim, mengungkapkan bahwa presentasi mereka mendapatkan respon positif dari juri. Namun, ia juga mencatat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti proses pengepresan briket dan pengeringan.

“Dari presentasi itu, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Seperti proses pengepresan dari arang menjadi bentuk briket dan proses pengeringan,” ungkap Feri.

Dosen pembimbing tim, Dr. Prantasi Harmi Tjahjanti SSi MT, menekankan pentingnya inovasi yang dilakukan oleh mahasiswanya.

“Saya mendapatkan informasi dari mahasiswa saya yang menemukan banyaknya limbah cangkang kelapa sawit. Lalu saya bawa ke mahasiswa untuk diolah. Intinya, bagaimana mahasiswa berkreasi dan berinovasi, jadi tak hanya kuliah saja. Saya lebih senang mahasiswa seperti itu,” kata Dr. Prantasi.

Beliau juga berharap bahwa inovasi ini bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai Refuse Derived Fuel (RDF) dan untuk Boiler Fluidized Bed Combustion (FBC).

Keberhasilan tim Umsida dalam kompetisi ini mencerminkan potensi besar pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif, serta kontribusi mereka terhadap solusi teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Bagikan :

Artikel Lainnya