Kontribusi Besar: Pupuk Indonesia Salurkan 6,19 Juta Ton Pupuk Subsidi ke Petani

Menyambut ulang tahun ke-12, PT Pupuk Indonesia (Persero) tetap berkomitmen dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan melalui inovasi.

BERITA HAI PRODUK SAWIT

Novi

21 Maret 2024
Bagikan :

Jakarta - Menyambut ulang tahun ke-12, PT Pupuk Indonesia (Persero) tetap berkomitmen dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan melalui inovasi. Perusahaan berhasil mencapai 100 persen target penugasan pemerintah dengan menyalurkan 6,19 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani, mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim dan konflik geopolitik yang mempengaruhi harga komoditas pupuk.

Dalam buka puasa bersama media di Jakarta pada 18 Maret 2024, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan kesuksesan perusahaan dalam tahun sebelumnya dan komitmennya untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga ketahanan pangan melalui inovasi dan kinerja terbaik.

Pada tahun sebelumnya, Pupuk Indonesia berhasil merealisasikan 18,8 juta ton hasil produksi, termasuk 11,6 juta ton pupuk dan 7,1 juta ton produk non-pupuk. Upaya distribusi pupuk dilakukan dengan baik dan tepat sasaran, termasuk melalui digitalisasi proses penebusan pupuk menggunakan aplikasi I-Pubers yang telah tersedia di lebih dari 27.000 kios di seluruh Indonesia.

Rahmad juga menyoroti pentingnya pupuk berbasis gas (nitrogen) dalam produktivitas pertanian, dan peranannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga Maret 2024, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk subsidi dan non-subsidi sebesar 1,78 juta ton, dengan harapan dapat mendukung produktivitas pertanian Indonesia dan menopang ketahanan pangan nasional.

Perusahaan juga telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif strategis, termasuk peresmian pabrik pupuk NPK Pupuk Iskandar Muda (PIM), pembangunan Kawasan Industri Pupuk di Fakfak, dan proyek pembangunan pabrik Pupuk Sriwidjaja (Pusri) 3B.

Pupuk Indonesia juga memperkuat komitmen terhadap prinsip-prinsip ESG (Lingkungan, Sosial, Tata Kelola) melalui dekarbonisasi bisnis eksisting dan pengembangan clean ammonia. Melalui industri clean ammonia, perusahaan berusaha memimpin perubahan menuju praktik yang lebih ramah lingkungan dalam sektor pupuk dan petrokimia.

Dengan penurunan emisi karbon sebesar 1,55 juta ton pada tahun sebelumnya, Pupuk Indonesia terus menegaskan perannya sebagai pelopor dalam industri pupuk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Rahmad menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan pada industri pupuk dan petrokimia, dengan harapan menciptakan masa depan yang subur dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Sumber : sawitindonesia.com

Bagikan :

Artikel Lainnya