Ekonomi digital membuka peluang bagi UMKM sawit untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Namun, tantangan dalam adaptasi teknologi dan akses modal masih menjadi hambatan utama bagi sektor ini.
Arsad Ddin
14 Maret 2025Ekonomi digital membuka peluang bagi UMKM sawit untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Namun, tantangan dalam adaptasi teknologi dan akses modal masih menjadi hambatan utama bagi sektor ini.
Arsad Ddin
14 Maret 2025(Foto: Doc. BPDP)
Jakarta, HAISAWIT - Kegiatan Showcase & Outlook UMKM Sawit 2025 yang digelar di Nareswara Ballroom, Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, pada Rabu (12/03/2025) membahas peluang dan tantangan UMKM berbasis kelapa sawit di era ekonomi digital.
Digitalisasi dan Peluang Pasar
Pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor utama dalam memperluas pasar produk turunan sawit. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam adaptasi teknologi dan pemasaran digital.
Pemimpin Redaksi Olenka, Cahyo Prayogo, menyampaikan bahwa digitalisasi dapat membuka cakrawala baru bagi UMKM sawit untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar global.
"Kegiatan Showcase dan Outlook UMKM Sawit 2025 merupakan hasil kerja sama antara Olenka.id dan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP. Kegiatan ini adalah wujud komitmen Olenka dan BPDP dalam mendorong pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia," ujar Cahyo, dikutip dari laman BPDP, Jumat (14/03/2025).
Tantangan Akses Pendanaan
Selain tantangan teknologi, akses pendanaan juga menjadi isu utama dalam pengembangan UMKM sawit. Banyak pelaku usaha kesulitan mendapatkan modal untuk meningkatkan produksi dan ekspansi usaha mereka.
Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansah, menilai bahwa hilirisasi industri sawit sangat potensial bagi pengusaha mikro, terutama dengan pemanfaatan produk turunan yang belum banyak dikembangkan.
"Hingga kini baru 100 dari 200 produk turunan sawit yang dimanfaatkan sehingga hal ini menjadi potensi besar bagi pengusaha mikro agar berkembang menjadi lebih besar," katanya.
Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Dari aspek pertumbuhan ekonomi, sektor UMKM sawit dinilai mampu berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional. Produk turunan sawit yang dikembangkan oleh UMKM berpeluang untuk masuk ke pasar ekspor.
"Kami sangat berharap para pelaku UMKM berbasis kelapa sawit ini bisa berkontribusi positif terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi delapan persen," ujar Helmi.
Perlunya Pendampingan dan Pelatihan
Dalam diskusi, beberapa narasumber juga menekankan perlunya pendampingan dan pelatihan bagi UMKM sawit agar dapat memanfaatkan platform digital secara optimal. Edukasi dan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk sawit di era digital.
Potensi Produk Turunan Sawit
Fakta lain yang mengemuka dalam acara ini adalah masih banyaknya produk turunan sawit yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan lebih dari 200 produk turunan yang berpotensi dikembangkan, peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk sawit masih terbuka lebar.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan berbagai lembaga telah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan UMKM berbasis sawit. Dukungan berupa pendampingan usaha, pelatihan, serta promosi dapat meningkatkan peran UMKM dalam rantai pasok industri sawit nasional.
Keberlanjutan industri sawit tidak hanya bergantung pada produksi skala besar tetapi juga pada inovasi yang dilakukan oleh UMKM. Dengan memanfaatkan peluang digital, UMKM sawit dapat memperluas jaringan pasar mereka dan meningkatkan daya saing di tingkat global.***