PT RPN: Produktivitas Sawit Harus Naik, Tantangan Lahan dan Pupuk Harus Diatasi

PT Riset Perkebunan Nusantara menegaskan bahwa peningkatan produktivitas kelapa sawit menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045, tantangan lahan, pupuk, dan tenaga kerja harus diatasi dengan intensifikasi, mekanisasi, serta peremajaan sawit

BERITA

Arsad Ddin

3 April 2025
Bagikan :

(Foto: rpn.co.id)

Jakarta, HAISAWIT - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menekankan pentingnya peningkatan produktivitas kelapa sawit sebagai bagian dari upaya mencapai Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Senin (24/02/2025).

Saat ini, industri kelapa sawit masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan lahan, ketersediaan pupuk, serta tenaga kerja.

Data menunjukkan bahwa kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pendapatan nasional ditargetkan naik dari 5% menjadi 8% per tahun. Namun, pencapaian ini membutuhkan strategi yang lebih terstruktur dan efisien.

Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, menjelaskan berbagai hambatan yang harus diatasi agar industri sawit tetap berdaya saing.

Menurutnya, transformasi industri sawit menjadi lebih produktif dan berkelanjutan harus dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh.

"Peningkatan produktivitas sawit krusial untuk Indonesia Emas 2045. Tantangan lahan, pupuk, dan tenaga kerja perlu diatasi dengan intensifikasi, mekanisasi, serta peremajaan sawit," ujar Iman, dikutip laman resmi PT RPN, Kamis (03/04/2025).

Selain itu, PT RPN juga telah menyusun berbagai langkah untuk mendorong efisiensi industri sawit.

Perusahaan ini mengusulkan beberapa strategi, termasuk optimalisasi produksi Crude Palm Oil (CPO) serta penguatan konsumsi CPO untuk biodiesel sebagai bagian dari kebijakan bauran energi nasional.

"PT RPN merekomendasikan action plan mencakup produksi dan produktivitas CPO (Crude Palm Oil), bauran mandatory, serta penguatan konsumsi CPO untuk biodiesel," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, berbagai pemangku kepentingan juga membahas pentingnya inovasi dalam industri sawit.

Pemanfaatan teknologi seperti mekanisasi, digitalisasi, serta penggunaan drone untuk pemantauan perkebunan disebut sebagai langkah yang dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor ini.

Salah satu aspek yang turut dibahas adalah tantangan peremajaan kebun sawit rakyat. Banyak kebun sawit yang memasuki usia tidak produktif, sehingga program peremajaan dianggap menjadi solusi mendesak untuk memastikan hasil panen tetap optimal.

Keberlanjutan industri sawit juga menjadi perhatian utama dalam seminar ini. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, kelapa sawit tetap menjadi komoditas andalan bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.***

Bagikan :

Artikel Lainnya