BI Jambi Selenggarakan Forum Ekonomi Bisnis Hilirisasi, Termasuk Potensi Kelapa Sawit

Bank Indonesia Provinsi Jambi mengadakan Forum Ekonomi Bisnis untuk membahas hilirisasi komoditas unggulan, termasuk kelapa sawit, guna meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi daerah, diikuti oleh berbagai kalangan dari pemerintah, akademisi, dan pelaku ekonomi, Kamis (6/3/2025).

BERITA

Arsad Ddin

2 April 2025
Bagikan :

Warsono, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, menyampaikan pemaparan dalam Forum Ekonomi dan Bisnis Jambi Triwulan I Tahun 2025. (Foto: rri.co.id)

Jambi, HAISAWIT - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi baru-baru ini menyelenggarakan Forum Ekonomi dan Bisnis dengan tema hilirisasi komoditas, termasuk potensi kelapa sawit, yang berlangsung di Ballroom Mahligai, Mahligai 9 Tower, Kota Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (6/3/2025) dan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku ekonomi.

Forum ini bertujuan untuk menggali potensi hilirisasi komoditas unggulan yang dimiliki Jambi, terutama kelapa sawit dan karet. Proses hilirisasi ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Warsono, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa hilirisasi berperan penting dalam meningkatkan daya saing dan perekonomian daerah.

"Kenapa penting dilakukan hilirisasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi? Karena dengan proses hilirisasi memberi nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan Jambi yang selama ini berbasis SDA," ujar Warsono, dikutip laman RRI, Rabu (02/04/2025).

Lebih lanjut, Warsono menambahkan bahwa komoditas seperti kelapa sawit dan karet berpotensi untuk diproses menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Misal komoditas kelapa sawit, karet dalam proses hilirisasi ada upaya memberi nilai tambah melalui produk turunan sehingga meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Forum ini merupakan hasil kerja sama antara BI Provinsi Jambi dengan sejumlah pihak, termasuk Ekonom Nasional dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jambi.

Selain itu, diskusi panel dalam forum tersebut juga melibatkan berbagai ahli ekonomi dan akademisi yang memberikan pandangan mengenai strategi hilirisasi.

Sudirman, Sekda Provinsi Jambi, juga turut hadir dan memberikan pandangan terkait pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari kebijakan ekonomi daerah. Ia menyebutkan bahwa hilirisasi dapat menjadi jalan bagi Jambi untuk lebih mandiri secara ekonomi dan tidak hanya bergantung pada komoditas mentah.

Perwakilan BI Jambi juga memaparkan gambaran umum mengenai perekonomian daerah, yang selama ini masih mengandalkan sumber daya alam (SDA). Mereka berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan hilirisasi komoditas unggulan agar memberikan dampak yang lebih signifikan bagi perekonomian daerah.

Selain hilirisasi kelapa sawit, forum ini juga menyinggung mengenai komoditas lainnya yang berpotensi untuk dikelola lebih lanjut, termasuk sektor pertanian dan industri pengolahan.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan teknologi dalam proses produksi, yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

Selain itu, Hermanto Siregar, Rektor Perbanas Institute, dalam diskusi panelnya menjelaskan pentingnya integrasi antara sektor ekonomi dan pendidikan. Ia menekankan perlunya menciptakan tenaga kerja terampil yang mampu mendukung proses hilirisasi komoditas di Jambi.

David E Sumual, Chief Economist BCA, turut menyampaikan pandangannya mengenai peran sektor perbankan dalam mendukung hilirisasi. Ia menjelaskan bahwa pembiayaan yang memadai sangat penting untuk mendorong pengembangan sektor hilirisasi, terutama dalam hal teknologi dan investasi.***

Bagikan :

Artikel Lainnya