Disbunnak Kalsel dan PPKS Medan Sosialisasikan Kajian Rendemen CPO dan Harga TBS

Disbunnak Kalsel bersama PPKS Medan menggelar sosialisasi hasil kajian rendemen CPO dan inti sawit serta rapat penetapan harga TBS periode Maret 2025 di Banjarbaru. Kegiatan ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi rendemen dan tren harga sawit di Kalimantan Selatan.

BERITA

Arsad Ddin

15 Maret 2025
Bagikan :


Banjarbaru, HAISAWIT - Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) bersama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan menggelar sosialisasi hasil kajian rendemen minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit serta rapat rutin penetapan harga tandan buah segar (TBS) periode Maret 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kelapa Sawit Disbunnak Kalsel pada Jumat (14/03/2025).

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dinas terkait di kabupaten sentra sawit, perusahaan perkebunan kelapa sawit, petani plasma, koperasi kelapa sawit, serta asosiasi seperti APKASINDO dan GAPKI Kalimantan Selatan. Tim penetapan harga TBS Kalsel juga turut serta dalam pembahasan.

Dilansir instagram Disbunnak Kalsel, Sabtu (15/03/2025), sosialisasi ini membahas hasil kajian rendemen CPO dan inti sawit dari TBS yang dilakukan oleh tim PPKS Medan. Faktor utama yang memengaruhi rendemen mencakup varietas tanaman, teknik budidaya, serta kriteria kematangan panen.

Hasil kajian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh dari kebun inti dengan varietas unggul, tanaman produktif, serta penerapan teknik budidaya yang baik. Selain itu, iklim yang mendukung proses sintesis minyak dan panen buah dengan tingkat kematangan optimal juga menjadi faktor pendukung peningkatan rendemen.

Pada kesempatan yang sama, Disbunnak Kalsel juga membahas peran cangkang sawit yang selama ini dianggap sebagai limbah. Produk sampingan ini ternyata memiliki potensi ekonomi tinggi karena mengandung karbon aktif sekitar 20-22 persen serta kadar volatile matter mencapai 69-70 persen.

Dalam sesi pembahasan harga, rapat menetapkan bahwa harga CPO bulan Maret 2025 mengalami kenaikan sebesar 1,98 persen dari harga sebelumnya. Harga TBS juga naik rata-rata 1,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan harga tertinggi pada tanaman berumur 13 tahun mencapai Rp3.361,84 per kilogram.

Sementara itu, harga inti sawit mengalami penurunan sebesar 0,50 persen dibandingkan bulan Februari 2025. Nilai Indeks K juga mengalami penyesuaian dengan penurunan sebesar 0,59 persen menjadi 91,99 persen.

Hasil rapat menetapkan bahwa harga CPO bulan Maret 2025 mengalami kenaikan sebesar 1,98 persen dari harga bulan Februari 2025 yang semula Rp13.987,74 menjadi Rp14.265,39. Harga inti sawit turun sebesar 0,50 persen dari Rp10.581,52 menjadi Rp10.528,26. Sementara itu, harga TBS kelapa sawit mengalami kenaikan rata-rata 1,01 persen, dengan harga terendah pada umur tanaman 3 tahun sekitar Rp2.432,78 dan harga tertinggi pada umur 13 tahun sekitar Rp3.361,84.***

Bagikan :

Artikel Lainnya