
(Foto: tribratanews.sulteng.polri.go.id)
Banggai, HAISAWIT - Maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Toili Barat membuat pihak kepolisian meningkatkan pengawasan. Pada Jumat (14/03/2025), Subsektor Toili Barat Polsek Toili mengumpulkan pemerintah Desa Karya Makmur dan pembeli lokal guna membahas langkah pencegahan.
Kasubsektor Toili Barat IPDA Kadek Sukrayana mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, aksi pencurian sawit kian sering terjadi di perkebunan milik perusahaan maupun warga setempat.
"Sebagai langkah pencegahan, bapak-bapak kita kumpulkan bertujuan agar masyarakat memahami dan menaati imbauan, serta turut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan," tegas IPDA Kadek Sukrayana, dikutip Tribratanews Sulteng, Selasa (18/03/2025).
Pencurian dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa pelaku mengambil brondolan sawit dari tanah, sementara lainnya memanjat pohon dan menggunakan parang untuk memotong janjang buah sawit. Hasil curian tersebut kemudian dijual secara eceran kepada pembeli lokal.
IPDA Kadek menambahkan bahwa masyarakat perlu lebih peduli terhadap keamanan kebun sawit di lingkungannya dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan.
"Kami berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap keamanan di lingkungannya masing-masing dan segera melaporkan jika ada tindakan mencurigakan terkait pencurian kelapa sawit," ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan para pemilik penampungan agar tidak menerima TBS yang berasal dari aksi pencurian. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penjualan buah sawit ilegal di wilayah tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh pihak, termasuk para pemilik penampungan, memahami aturan dan tidak menerima buah sawit yang berasal dari hasil kejahatan," katanya.
Pencurian sawit menjadi ancaman bagi petani dan perusahaan yang telah merawat kebun mereka dengan susah payah. Sebagian besar pemilik kebun menggantungkan hidupnya pada hasil panen.***