Teladan Prima Agro: Fokus Strategis dalam Akuisisi dengan Belanja Modal Rp 300 Miliar

PT Teladan Prima Agro Tbk telah mengalokasikan mayoritas belanja modal tahun ini untuk tujuan akuisisi perusahaan-perusahaan kelapa sawit

BERITA

HLS Redaksi

26 April 2024
Bagikan :

Jakarta - PT Teladan Prima Agro Tbk telah mengalokasikan mayoritas belanja modal tahun ini untuk tujuan akuisisi perusahaan-perusahaan kelapa sawit. Proses akuisisi ini melibatkan uji tuntas terhadap tiga perusahaan yang semuanya berlokasi di Kalimantan.

"Perusahaan telah menyediakan dana sebesar Rp 200 miliar dari belanja modal tahun ini untuk akuisisi ini. Ketiga perusahaan masih dalam proses uji tuntas," ungkap Head of Corporate Finance and Strategy Teladan Prima Agro, Wasisto Budi Sulistio, dalam konferensi pers RUPST perusahaan pada Kamis (25 April 2024).

Dari total belanja modal sebesar Rp 300 miliar tahun ini, sebagian besar akan dialokasikan untuk akuisisi sekitar Rp 200 miliar, sementara sisanya, sekitar 30%, akan digunakan untuk pemeliharaan infrastruktur perkebunan sawit, termasuk pembangunan Palm Kernel Crushing Plant dan Biogas Plant.

Salah satu dari tiga perusahaan yang menjadi target akuisisi telah selesai proses uji tuntas, tetapi akuisisi tidak dilanjutkan karena masalah perizinan dan isu sosial. Sementara itu, perusahaan kedua dan ketiga masih dalam proses uji tuntas.

Pembangunan Palm Kernel Crushing Plant ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2024 dengan kapasitas produksi sebesar 100 ton kernel kelapa per hari. Biogas Plant juga dijadwalkan akan selesai pada kuartal pertama 2024, yang akan menyediakan listrik untuk kebutuhan Palm Kernel Crushing Plant. Proyek pembangunan biogas ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghasilkan produk sawit berbasis energi bersih.

Selama tahun 2023, Teladan Prima Agro Tbk mencatat pertumbuhan positif dalam produksi dan penjualan, dengan luas lahan tertanam mencapai 60.947 hektar di Kalimantan Timur. Produksi minyak sawit meningkat 9% menjadi 327.688 ton dan minyak kernel naik 4,6% menjadi 52.207 ton. Pendapatan juga meningkat sebesar 10,9% menjadi Rp 4 triliun pada tahun 2023, didorong oleh peningkatan volume penjualan CPO sebesar 17,5%.

Sumber : sawitindonesia.com

Bagikan :

Artikel Lainnya