26 Produk Turunan Sawit Ini Berpotensi Dikembangkan UMKM, Apa Saja?

Sebanyak 26 inovasi berbasis sawit dipresentasikan dalam workshop yang digelar di Yogyakarta. Kegiatan ini menampilkan berbagai potensi hilirisasi sawit dalam skala UMKM, mencakup sektor industri kreatif hingga produk berkelanjutan.

BERITA HAI PRODUK SAWIT

Arsad Ddin

4 Maret 2025
Bagikan :


Ilustrasi Minyak Sawit (Foto: ppid.setkab.go.id)

Yogyakarta, HAISAWIT - Sebanyak 26 produk turunan sawit dikenalkan dalam kegiatan Workshop dan Fieldtrip UMKM Sawit yang digelar di Ballroom Borobudur Yogyakarta pada Selasa (26/02/2025). Acara ini diadakan oleh Politeknik LPP Yogyakarta bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Produk yang dikenalkan berasal dari hasil penelitian dan pengembangan civitas akademika Politeknik LPP Yogyakarta. Beberapa di antaranya adalah handsanitizer, sunscreen, biopelet, bioplastik, edible film, biopot, tinta organik, dan berbagai material berbasis sawit.

Dikutip laman BPDP, Selasa (04/03/2025), kegiatan ini melibatkan 100 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari pelaku UMKM, akademisi, serta mahasiswa dari Politeknik LPP Yogyakarta, Institut Pertanian Stiper (Instiper), dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY).

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam acara ini adalah reusable wrap. Produk ini dibuat menggunakan limbah tekstil dan minyak goreng, yang dapat menjadi alternatif pengganti plastik sekali pakai.

Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan reusable wrap. Beberapa tips dalam penggunaannya juga disampaikan, seperti menghindari suhu tinggi agar lilin dalam wrap tidak meleleh.

Selain itu, acara ini juga membahas pemanfaatan stearin sebagai bahan baku lilin malam batik. Stearin merupakan salah satu fraksi minyak sawit yang lebih ramah lingkungan dibandingkan parafin berbasis minyak bumi.

Para peserta juga mengunjungi Smart Batik untuk melihat langsung proses pembuatan batik berbasis malam sawit. Produk ini disebut memiliki kualitas yang lebih baik karena tidak mudah menggumpal dan tidak berbau menyengat.

Dalam kegiatan ini, BPDP juga mengkampanyekan pemanfaatan sawit dalam berbagai aspek kehidupan. Disebutkan bahwa sekitar 78% produk di toko ritel mengandung sawit, termasuk bahan pembersih hingga makanan.

Dari sisi industri, hilirisasi sawit terus dikembangkan untuk mengurangi ekspor dalam bentuk crude palm oil (CPO). Produk sawit yang telah diolah lebih lanjut mendapatkan insentif berupa pengurangan pungutan ekspor.

Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa UMKM memiliki peluang besar dalam pemanfaatan produk turunan sawit. Hilirisasi tidak harus dilakukan dalam skala besar, tetapi juga bisa dikembangkan dalam skala usaha kecil dan menengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan lebih luas potensi produk turunan sawit. Dengan berbagai inovasi yang ada, pelaku UMKM diharapkan bisa memanfaatkan bahan baku ini dalam berbagai sektor usaha mereka.***

Bagikan :

Artikel Lainnya