Polinela dan SAMADE menggelar pelatihan bagi UMKM sawit dengan fokus pada inovasi produk dan pemanfaatan limbah sawit. Kegiatan ini mendapat dukungan dari BPDP serta melibatkan akademisi dan praktisi industri.
Arsad Ddin
22 Maret 2025Polinela dan SAMADE menggelar pelatihan bagi UMKM sawit dengan fokus pada inovasi produk dan pemanfaatan limbah sawit. Kegiatan ini mendapat dukungan dari BPDP serta melibatkan akademisi dan praktisi industri.
Arsad Ddin
22 Maret 2025Workshop “Yes Palm Oil Inside! Produk UKMK Sawit yang Sustainable di Provinsi Lampung” digelar Polinela dan SAMADE, Kamis (20/03/2025), (Foto: Polinela)
Lampung, HAISAWIT - Unit Pengelola Bisnis Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) dalam menggelar pelatihan produk berbasis kelapa sawit bagi Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UMKM) di Lampung pada Kamis (20/03/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dalam menciptakan produk sawit yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Pelatihan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi industri, dan perwakilan pemerintah daerah. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri sawit nasional.
Direktur Polinela, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., membahas tentang pemanfaatan limbah industri kelapa sawit dalam pengembangan produk bernilai tambah. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana limbah sawit dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan pupuk organik.
Selain itu, Ketua Unit Pengelola Bisnis Polinela, Sri Handayani, S.P., M.E.P., membawakan materi tentang Program SEHATI. Program ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing produk sawit agar lebih kompetitif di pasar.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Lampung, Ir. Zainal Abidin, M.T. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung pengembangan industri sawit yang berbasis pada prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Selain sesi pemaparan materi, pelatihan ini juga mencakup praktik langsung dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi, sabun mandi, dan parfum padat. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi peserta dalam mengembangkan usaha berbasis sawit.
Peserta pelatihan terdiri dari pelaku UMKM di berbagai sektor, termasuk kuliner, kosmetik, dan produk rumah tangga berbahan sawit. Mereka mendapatkan pendampingan untuk memahami teknik produksi yang lebih efisien dan inovatif.
Melalui pelatihan ini, UMKM didorong untuk lebih kreatif dalam mengolah hasil perkebunan kelapa sawit menjadi produk dengan nilai jual tinggi. Polinela dan SAMADE berharap kegiatan ini dapat memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM sawit.***